BADAI's posts with tag: gunungkidul

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Blog EntryBENARKAH SAYA MENARIK BENANG MERAHJun 6, '07 1:41 AM
for everyone

Sebelum saya menulis post saya tentang "sebatas mencari benang merah", saya mengunjungi museum Nasional/museum gajah, ada satu hal yang menarik yang tadinya saya tak begitu tertarik apalagi menggabungkan informasinya ke blogs saya. Yaitu sewaktu saya mengunjungi bagian keramiknya, di sana terdapat sebuah benda pada masa Majapahit yang terbuat dari batu putih. Masih terlihat jelas ukiran ukiranyang sangat halus, mengingatkan saya akan kerajinan batu pasa yang beberapa waktu ini menjadi komoditi jual baik secara bahan mentah maupun bahan jadi. Batu paras ini dipergunakan sebagai hiasan/ornamen tembok.Di tempat saya, Gunungkidul, ada beberapa tempat penghasil barang ini, salah satunya adalah dusun Gondhang, Desa Gari.

Saya berpikir, mungkinkah ini adalah prototipe craftmanship dari bangunan situs-situs yang ada di tempat kami.

Jika di Muntilan, Jawa Tengah terdapat para pengrajin dari batu hitam karena berdekatan dengan candi Borobudur, maka layakkah saya berpikir bahwa salah satu tempat di desa saya juga bagian dari adanya situs situs ini, cukupkah saya menyebut beberapa fakta sebagai pendukung semisal, dahulu sebelum tembok rumah dari batu bata dan semen pasir mulai dipergunakan, penduduk di Gunungkidul(beberapa sampai sekarang) untuk fondasinya menggunakan balok dari batu putih yang disebut sebagai giring, juga alas/tatakan tiang yang disebut ompak, ubin atau tegel, juga alat menampung air untuk mandi yang disebut jembangan.Apakah kerajinan batu paras tersebut adalah salah satu unsur detail yang dipakai untuk pembangunan candi/situs ini.Melihat bahwa bangunan candi yang terbuat dari batu putih untuk daerah Gunungkidul kala itu tentunya dibutuhkan suatu teknis khusus dalam proses penggabungan ataupun perawatannya, sebab kala itu Gunungkidul adalah daerah dengan tingkat kelembapan tinggi sebab daerah ini dulunya adalah sebuah daerah subur dan berair, sehingga bangunan yang terbuat dari batu kapur akan rentan dengan proses pelumutan dan pengeropsan akibat air hujan maupun serapan air permukaan tanah. Jadi pihak yang mempunyai inisiatif membangun candi tersebut pastilah memiliki ilmu pengetahuan yang sangat tinggi kala itu, bahkan sampai sekarang.

Tadinya saya berandai andai, jika jenis barang yang saya lihat di musem Nasional dengan yang ada di Gunungkidul sama, dalam arti bahwa pembangunan nya oleh masa pemerintahan Majapahit, tentulah pihak penguasa memiliki suatu keterikatan khusus terhadap daerah Gunungkidul walaupun terbentak jarak yang sangat jauh waktu tempuhnya, Majapahit berada di Jawa Timur sedangkan Gunungkidul ada di Yogyakarta bagian selatan.Yang semakin menjadi beban ketidak tahuan saya adalah, apa yang membuat keterikatan ini, apakah Majapahit memperlakukan Gunungkidul seperti halnya apa yang di tulis di candi Palah, "marek i jon hyang Acalapati bhakti sadara", pemujaan terhadap gunung., tentunya saya tidak berani mensejajarkan apa yang dipuja di candi palah dengan pemikiran saya tentang Gunungkidul.

Di email pak Andi Putranto(dosen arkeologi UGM) kepada saya menyebutkan bahwa benda bagian situs yang ada di Gunungkidul berbeda dengan benda yang dari Majapahit, malah tidak mirip dari masa kerajaan yang ada di Jawa Tengah bahkan Yogyakarta sekalipun.

Padahal saya sebelumnya menganggap mendapat titik terang dari pemikiran saya bahwa bangunan itu adalah atas kemauan pemerintah Majapahit, sehingga saya waktu itu menyimpulkan: Gunungkidul adalah salah satu tempat yang dianggap penting pada masa Majapahit, sehingga didirikanlah beberapa candi untuk memuja daerah ini.Selain itu mengingat Majapahit saja yang begitu jauh dari gunungkidul melakukan pembangunan candi maka secara pasti kerajaan-kerajaan sebelum Majapahit melakukan hal yang kurang lebih sama, sampai jauh sebelum kerajaan-kerajaan lainnya, sehingga di daerah Gunungkidul ditemukan dua peninggalan pada masa yang berbeda yaitu masa klasik tua berupa menhir dan sarkofagus , dan peninggalan pada masa klasik muda berupa bangunan candi.

Namun sampai hari ini saya belum terpikir akan benang merah yang saya cari......


Blog EntrySEBUAH BATU HITAM DAN SEJARAH GUNUNGKIDULMay 4, '07 4:35 AM
for everyone

DHAKSINARGA,

Sebuah gunung purba di selatan pulau Jawa dwipa.Tahukah anda?


Gersang, kering dan tandus. Selain itu secara kebanyakan orang menganggap Gunungkidul adalah sebuah pegunungan(mountain), tapi apa yang kita rasakan dari indera penglihatan kita sewaktu kita melawati daerah kelokan bukit Pathuk? banyak bongkahan batu berwarna hitam yang notabene adalah batu dari sebuah gunung berapi, tak hanya di bukit Pathuk saja, tapi di daerah Glundeng(sebelah timur ds Karang tengah), Gedhang Sari, juga jika kita dari arah kota Wonosari ke arah kota kecamatan Semin hal serupa kita dapati. Pernah saya berpikir batu batu tersebut berasal dari gunung Merapi di daerah kabupaten Sleman sana, saya sendiri kaget batu sebesar 2 kalinya badan kerbau tersebut terlempar begitu jauh ke tempat kami, Gunungkidul. Jika hal itu benar, bahwa gunung Merapi melepaskan batunya sampai Gunungkidul, apa jadinya kota Yogyakarta jika waktu yang terdahulu terulang lagi! itu pemikiran pertama dalam benak saya.

Pemikiran kedua, kemungkinan kata Gunungkidul adalah bermakna sebenarnya, yaitu gunung.Dari pengamatan amatiran saya, yang notabene hanya anak ndeso yang sedikit tahu informasi adalah jika saya pelajari secara awam Gunungkidul dibagi menjadi zona Gunung Sewu, Zona Ledok dan Zona Baturagung. Zona Gunungsewu meliputi daerah pantai selatan dan sekitarnya meliputi tanah tandus dan kering dimana air tawar berada di bawah tanah, berbukit bukit terjal dalam formasi banyak(gunung sewu/seribu gunung karena banyaknya bukit-bukit), Zona Ledok berupa lembah di utara zona gunung sewu, dengan tanah hitam dimana air lebih mudah didapatkan baik dari curah hujan maupun sumber air yang dapat ditarik keatas permukaan tanah, berbukit tapi cenderung rendah dan tidak se extrem gunung sewu, Zona baturagung berupa perbukitan yang naik turun dengan tingkat kecuraman sama dengan zona gunung sewu, perbedaannya jika di gunung sewu air sangat sulit didapatkan, di zona baturagung ini air berkecukupan.Berarti tanah di Gunungkidul berupa cekungan diapit 2 perbukitan, kemudian kita sambungkan data ini dengan batu hitam yang kita lihat di daerah bukit Pathuk tadi, bukankah secara tak terduga akan terpikir bahwa benar adanya Gunungkidul nyata-nyata gunung, Bukit pathuk sendiri di sebelah barat pada pertemuan zona ledok dan baturagung. Sedangkan bebatuan hitam di daerah ke arah kota Semin merupakan area sebelah timur di pinggiran zona baturagung dan ledok.Tak perlu kita takutkan secara berlebihan karena seandainya gunung itu adalah sebuah masa lalu, yang perlu adalah kita mengerti seperti apa sih Gunungkidul yang kita siniskan sebagai daerah tandus itu.

Pada beberapa waktu lalu saya tertarik pada sebuah artikel di majalah tempo interaktif yang mengulas tentang manusia purba di Gunung kidul.Disebutkan bahwa dikehidupan dahulu kala daerah Gunungkidul dihuni manusia purba, tidak sepurba yang di sangiran tentunya, melainkan dari segi kehidupan, karena manusia purba ini termasuk homo sapiens.Hidup dengan cara berburu binatang binatang liar seperti rusa, kerbau dan kuda nil termasuk hidup juga badak dangajah.Hal ini bisa dilacak melalui penemuan fosil di beberapa goa/song di zona gunung sewu berupa tulang belulang, gigi taring dan paha kudanil, mata panah dan kerangka manusia purba.Berarti dahulunya zona gunung sewu adalah hutan lebat dan padang luas. Jika kita perbandingkan antara dulu dan sekarang dalam perbandingan zona yang sama, maka:
- dari penemuan tersebut tergambar jelas bahwa dahulu zona gunung sewu adalah hutan lebat dan padang luas, jika kuda nil ditemukan disana berarti ada sebuah kawasan perairan yang luas, maka besar kemungkinan zona ledok adalah kawasan hutan yang jauh lebih lebat beserta danau/perairan yang lebih luas daripada zona gunung sewu, dengan perbandingan sekarang zona gunung sewu lebih kering dibanding zona ledok.
- sedangkan zona baturagung kurang lebih sama lebatnya dengan zona ledoksari, yang membedakan hanya cakupan medianya yang berbukit curam berbatu.

Jika hal ini mendekati kebenaran, maka kemana air di cekungan zona ledok mengalir. satu satunya jalan adalah turun melaui perbukitan pathuk sekarang ini, namun hal ini belum bisa saya dapatkan data, tapi menurut saya besar kemungkinan akan hal itu, karena jika kita lihat dari arah kota Piyungan sekarang ke daerah Gunungkidul di masa lalu adalah berupa tandon air di atas gunung yang tidak secara langsung mengucur ke bawah berbentuk air terjun.

Melihat masalalu lebih ke depan, kita dapati pengalaman Junghun ketika melihat pertama kali daerah Gunungkidul sebagai "Garden of Magic", taman dengan suasana mistisnya.Gunungkidul pun banyak ditemukan situs-situs candi kuno yang sekarang sudah tidak utuh lagi, dari informasi yang saya dapat, candi candi ini terbuat dari batu kapur, berbeda dengan candi candi di Jawa Tengah yang terbuat dari batu gunung ataupun candi candi di Jawa Timur yang etrbuat dari batu bata. Jika candi - candi di kedua tempat tersebut merupakan tempat penyimpanan abu jenazah para raja, artikel yang saya baca adalah candi di Gunungkidul adalah tempat pemujaan baik pemujaan pada alam maupun secara agamis, dalam hal ini saya menarik kesimpulan bahwa daerah Gunungkidul dulunya dipuja sebagai suatu tempat yang mempunyai sifat lebih(dengan tidak merendahkan atau menyamakan daerah "yang lain").

-di copy dari http://badai-laut-selatan.blogspot.com


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help